Sunday, September 6, 2015

Curhat buat Ibu (11)

Ibu, dia yang baik pada gerimis. Dia yang suka menemani gerimis dari balik jendela maupun tak jauh dari beranda. Dia yang begitu menikmati saat-saat bersentuhan dengan gerimis. Dia yang sanggup melupakan waktu, meninggalkan apa saja demi gerimis. Dia yang selalu setia menanti pelangi sesaat gerimis perlahan terhenti.
Ibu, dia mendapatkan apa yang dia mau. Dia meraihnya dengan keras. Dia tahu apa itu bahagia. Dia mengerti mengapa harus berjalan sejauh ini. Dia menulis, menceritakan, menyanyikan beberapa kisah hidupnya. Dia merasa masih belum selesai. Dia harus terus berlanjut.
Ibu, dia yang sesekali rindu tentang hal itu. Tentang hal yang dia sembunyikan. Tentang hal yang aku sendiri tidak begitu mengerti. Tentang hal yang masih rahasia. Mungkin tentang sepenggal kisah hidupnya, mungkin. Karena dia hanya mengangguk ketika tanyaku seperti itu.
Ibu, aku juga seperti dia yang menunggu pelangi. Aku juga menunggu dia. Juga tentang hal itu, tentang rahasia.

No comments:

Post a Comment