Hai? Kembali lagi kita dengan hal yang masih sama di tempat yang berbeda. Kali ini aku benar-benar mengancammu untuk mengalah, setidaknya biarkan aku yang harus menang.
Hai?
Hai? Kembali lagi kita dengan hal yang masih sama di tempat yang berbeda. Kali ini aku benar-benar mengancammu untuk mengalah, setidaknya biarkan aku yang harus menang.
Hai?
Malam ini aku hanya berandai-andai menyimpulkan banyak hal. Tentang keresahanku selama ini. Tentang berbagai kejadian yang terasa ganjil(?). Tentang ketidak-nyamanan ini. Banyak.
Bagiku, ini teramat begitu sering ku lupakan dan ku ingat lagi. Mematahkannya lalu menyambung kemudian mematahkannya lagi untuk kesekian kali. Begitu terus.
Tapi tidak malam ini. Aku tidak ingin tidur. Aku ingin terjaga sampai pagi. Aku harus menang. Aku harus senang.
Kali ini, senja mengingatkan aku pada kalian, pada tingkah kalian, pada celotehan kalian, semuanya nampak polos dan ikhlas.
Ketika kita duduk menikmati obrolan ringan dengan guyonan-guyonan khas kalian. Tanpa sadar kalian selipkan mimpi dan harapan kalian.
Saat deburan ombak menghempas tali pancing kita, senja pun di sana. Saat petikan gitar memanjakan suasana, senja pun di sana. Saat kita hanya sekedar duduk dan bererita tentang cinta, konflik, mimpi, harapan, persahabatan dan sepenggal pemikiran kita tentang kehidupan, senja pun hadir untuk kita.
Aku tak peduli extrovert atau introvert, lebay atau pendiam bagaimanpun kalian tetap temanku. Aku ingin kalian bahagia menjadi diri kalian sendiri dan jika kalian ingin brtemu denganku, lihatlah senja aku ada disana di ujung senja itu sedang menatap kalian dan tersenyum untuk kalian.
***
Tulisan dari teman senjaku (Tio H. St)