Kamu tahu? Sekarang, sore ini. Aku punya ingatan baru dalam bentuk kenangan mungkin juga berakibat kesenangan. Saat ini, setelah beberapa hari sampai aku menulis ini, ketika aku diserang flu aku menjadi teringat kamu. Juga kejadian yang hidup di dalamnya. Menjadi semacam awal-kisah sepasang remaja jatuh cinta.
Kembali pada bagian dimana aku—kamu berada dalam sepasang mata kita. Untuk kali pertama kamu menenggelamkan muka dalam sepasang lengan yang berpelukan. Kamu tersipu malu.
Kamu enggan menyerahkan diri disaat aku ingin kamu masuk menjadi pengganti rindu dalam mataku. Kamu masih enggan. Kamu bersedia, namun hanya berjalan sekian lirikan saja. Akhirnya. Kamu menyerah. Aku menyerah. Aku—kamu saling menenggelamkan dalam mata dan juga tubuh yang berdekatan, berpelukan. Bersama. Berdua.
Kembali pada flu ini. Aku hendak menyudahi juga hendak mengakhiri serangan ini. Tapi, semakin aku ingin, semakin flu ini menjadi sering.
Apakah flu ini berbanding lurus dengan rindu? Jika iya, peluk aku.