Friday, April 24, 2015

Demi Puisi Aku Bertasbih

Demi puisi aku bertasbih
Menahan lupa dalam hening
Setidaknya tanganku turut mengadah
Pinta sedikit aksara; memohon

Demi puisi aku bertasbih
Panjatkan gelisah dalam pikiran
Hujatan mereka menjatuhkan
Tuhan buka otakku; memohon

Demi puisi aku bertasbih
Membunuh malu ketika senja
Alasanku bersujud merendah diri
Terimalah doa air mata; memohon

Demi puisi aku bertasbih
Menyelaraskan mulut, hati dan pikiran

Thursday, April 23, 2015

Wednesday, April 22, 2015

Kamu; Titik Mustahil

Kamu adalah titik kegatelan dipunggungku yang tak dapat ku gapai dengan mudah bahkan mustahil rasanya. Tapi tidak sulit bagi orang lain untuk mencapainya.

Kamu titik itu. Titik yang selalu aku cari susah payah. Tapi begitu mudahnya orang lain mendapatkanmu.

Mungkin hanya dengan bantuan alat, aku bisa sampai titik itu. Seperti halnya Nobita bisa mendapatkan kekasih impiannya Sishuka dengan bantuan alat Doraemon. Hiks!

Tuesday, April 21, 2015

Curhat buat ibu (6)

Ibu, sepertinya malam ini aku patah lagi. Iya, patah bukan terbelah.
Entah? Aku pun masih bernafas sampai saat ini. Aku merasa hatiku setengahnya tidak sampai ke tujuannya. Hatiku menggantung dilangit - langit gelap. Hatiku patah! Bukan terbelah!
Ibu, aku lanjutkan ini esok saja. Malam ini sudah terlalu murung untuk meneruskannya.

Monday, April 20, 2015

Parade Senja


Kala langit menyembuhkan luka karena pengharapan harapan yang pupus.

Langit tersenyum, melipat egonya rapat- rapat.

Rasa lelah atas segala kemunafikan seharian, sedikit terbayar.

Sesekali meredam amarah untuk memberi hormat pada langit.

Tetapi kehidupan tak hanya sekedar mengamati langit. Lebih dari itu.

Dan senja hanya sebatas senja meskipun indah tak seorangpun bisa memiliki, lalu membawanya pulang.

Tetapi semesta menginjinkan kita untuk setiap hari menikmatinya. Sendirian maupun bersama. Gembira maupun luka.

Sunday, April 19, 2015

Kamu; Dialog malam hari 2

"Apa kabar gerimis, masih berharap pelangi menemuimu malam ini?"

Sudahlah, jangan merusak siklus semesta ini Gerimis! Dengan memaksa Pelangi ada disini, malam ini.

Mungkin kamu (gerimis) harus menjadi apa yang semesta mau, merelakan rasa rindumu terpangkas lepas, menggantung diantara langit.

Ketika kamu (gerimis) sudah lelah dengan sistem semesta yang semakin merumit ini. Dengarkan ini sebuah lagu "senandung ini untuk gerimis" untukmu.

Tapi kenapa kamu hilang seketika malam ini, mereda dengan sendirinya. Belum sampai senandung ini selesai. Tapi sudahlah, aku....

***

Malam ini kamu hanya terdiam, hanya menempati nada-nada fals dalam lagumu. Kamu pun tak begitu banyak perubahan mimik muka malam ini. Kamu pun tak meneteskan air mata malam ini. Kamu hanya jauh, hanya pergi saja, hanya aku disini, hanya malam ini yang terus ada.

Saturday, April 18, 2015

Bukan Cerita Biasa

Bapak hanya butuh teman cerita. Terus aku mendengarnya lalu menulis kalimat ini.

Selanjutnya aku yang harus meneruskan cerita bapak. Lalu Bapak yang mendengarkannya kemudian menyuruhku menulis kalimat ini.

Friday, April 17, 2015

Mati Muda

Aku juga pernah mati hari ini, mati seketika pagi menghampiri. Pagi menyeramkan, seperti sosok yang begitu jahat. Aku bersembunyi dibalik selimut dan aku mati seketika itu juga, tepatnya mati suri. Aku hidup disiang harinya. Begitu, selalu begitu setiap hari. Aku mati!

Perjalanan patah hati

Tuhan aku lelah
Jalani hidup tanpa arah
Tuhan aku bosan
Jalani hidup tanpa kepastian

Perjalanan yang susah
Hanya sesekali singgah
Aku melemah
Aku berserah

Perjalanan tak mudah
Hanya sesekali indah
Aku mengalah
Aku menyerah

Keren kan?

“Kamu akan lebih keren ketika alas kakimu yang berbentuk sepatu terdapat logo atau inisial seperti tanda ‘centang’ atau inisial huruf ‘N’. Itu sudah lebih keren daripada kamu hanya memakai sepasang sandal buntut cinderamata dari tempat beribadatan.”

Kalimat diatas sebagian dari kutipan kata-kata keren dalam seminar saya.

Bagaimana tidak?

Dikamar saya sudah seperti outlet barang-barang gaul dan hits layaknya distro semuanya saya punya dari atas sampai bawah, dari luar sampai dalam dan saya juga ubah konsep kamar saya yang biasa saja jadi bisa dikatakann ‘distro mini’ lah. Keran kan? Ya begitulah.

Itu keren menurut saya*.




















*shit!! Bohong saya. Itu cuma imajinasi saya saja kalau jadi kaya uang ada. Keren masa kini dengan uang. Kalau saya pribadi, keren itu jadi dirimu sendiri! Pakai kaos buatanmu sendiri, pakai alas kaki yang nyaman, pakai celana yang ngga kekecilan. Dan tempatkan sesuatu pada tempatnya. Lebih keren lagi bisa buat tulisan ini😉


Wednesday, April 8, 2015

Moonbow

Hujan kembali membasahi ribuan mimpi-mimpi
                                     
Berjuta pasang kelopak mata tak menyadari

Sebagian berdiam diri menanti akan datangnya pelangi dini hari

Friday, April 3, 2015

Curhat buat Ibu (5)

Ibu, sore tadi gerimis datang membawa jawaban atas tanyaku waktu lalu. Aku terdiam sejenak ketika gerimis mulai merembes, mulai meresap ke dalam tubuh. Aku sudah tahu Bu jawabannya seketika itu juga.