Friday, February 20, 2015

Sederhana saja; “Selamat tidur dan biarkan pagi yang membangunkanmu”

Segelas air putih terakhir. Sebelum semuanya gelap sampai fase itu tiba. Ketika kamu sudah melelahkan diri, melumpuhkan perasaan seharian. Perasaan berkecamuk muak sebal dengan rutinitas. “Entah?” mungkin itu kosa kata yang bermakna apa saja. “kamu sudah lebih baik?” “Entah?”

Sayang, dengar ini. Memastikamu baik-baik saja akan menambah kekhawatiranku malam ini. Merusak logika yang berjalan selama ini. Menolak kewarasaanku belakangan ini. Sayang, aku ingin menjadi pendengar yang baik. Dan menjadi pelukan erat ketika kau merinduku, itu saja.

Tapi untuk malam ini biarlah semesta menemanimu dengan sedikit gerimis. Sederhana saja dariku “Selamat tidur dan biarkan pagi yang membangunkanmu”

Wednesday, February 18, 2015

Momentum Delapan Belas Februari

Ini senandung terimakasihku pada
kalian. Dedikasi terbesarku saat ini.
Semua do’a yang kailan panjatkan
untukku akan berbalik menimpa
kalian. Terlalu istimewa pelampiasan
kalian untuk memperingati
momentum kelahiranku.

Aku berkaca “akankahh ada lagi
pelampiasan untukku di masa yang
akan datang?”

Tepat delapan belas februari dua ribu lima belas tahun ini. Usia saya setara dua dekade atau dua setengah windu.

Nama saya Agung Pamukti dan saya bangga jadi bagian hidup kalian.

Tuesday, February 10, 2015

Kamu; Masih dalam pelukan yang salah

Dari jauh tak terlihat
Aku sembunyikan sesuatu
Tetapi pelangi menanyakannya
Gerimis mungkin tahu

Kamu
Masih dalam pelukan yang salah
Aku
Mati dalam perasaan yang patah

Diam rindu sendirian
Melempar jauh sepi
Tetapi pelangi menanyakannya
Gerimis mungkin tahu

Monday, February 9, 2015

Teman Semeja

Malam sendiri menunggu
Aku temukan dia disana
Bola matanya indah
Mencari tempat yang kosong

Disini disampingku
Dia bersapa menyapaku
Terdiam terpesona
Duduk semeja bersama

Teman cerita malam
Menghabiskan sisa malam
Semalam ini sederhana
Duduk semeja bersama