Ibu, pagiku hilang dalam sekejap bahkan tak mengenalnya secara utuh. Hanya sekedar membuka mata beberapa detik sejurus kemudian terlelap hingga matahari meninggi.
Ibu, menunggu menyudutkan ego sembari mematahkannya. Untuk kali ini reruntuhan langit menyuruhku diam. Tetap disini dibawah teduh penantian.
Ibu, Aku ingin pulang sebelum senja itu gelap tertikam malam. Aku takut. Bintang petunjukku pulang sedang malas bersapa denganku. Aku.......
Ibu, sampai malam ini. Aku masih terperangkap, belum bisa keluar dari rasa “nyaman” ini. Sesampainya pagi, mungkin aku masih menarik selimut lelap tidurku. Aku melupa atas sesalku semalaman suntuk. Aku ..... Aku lelah Bu. Aku ingin tidur pulas malam ini. Menikam diri dengan sengaja, sesekali rindu itu kembali pulang.