Saturday, August 29, 2015

Kamu; Hingga

Kamu, hingga aku telah berhenti nanti. Kamu masih ada, kamu masih disana, jauh. Kamu, semakin jauh. Kamu, aku sudah sedekat ini dan senekat ini. Kamu...

Kamu, hingga aku menulis ini dan hingga kamu (mungkin/tidak) membacanya. Kamu hanya diam. Kamu hanya terdiam.Kamu tak memintaku untuk berlari atau terbang atau bahkan kamu tak memintaku untuk tersandung atau jatuh terperosok. Kamu hanya diam, terdiam. Kamu...

Kamu, hingga kemudian aku telah memaki diriku sendiri, hingga aku benar-benar telah merasa bodoh, hingga aku juga hanya diam. Kamu...

Kamu, hingga kamu, hingga aku masih saja lugu sedikit dungu. Kamu, apa aku segitunya? Kamu, apa kamu juga segitunya? Kamu...

Kamu, hingga hanya hingga, sehingga tetap hingga. Kamu hingga kapan...? Kamu hingga apa.....? Kamu...

Kamu...

Kamu...

Kamu...


Saturday, August 15, 2015

Curhat buat Ibu (8)

Ibu, malam ini sebelum tidur, aku ingin bercerita.

Ibu, sepertinya aku sampai dimana aku sudah mulai gila. Cinta?

Ibu, dihadapanku saat ini, bola matanya selalu menatap dekat menjadikan aku selalu ingat. Cinta?

Ibu, rindu membawa aku membaca sesuatu yang begitu parah. Beroponi dengan sesuka hati. Cinta?

Ibu, sedari kemarin sampai saat ini, pernyataan yang menyisipkan pertanyaan masih menunggu pernyataan darinya dengan berharap dia juga menyisipkan jawabannya. Cinta?

Ibu, ketika malam, sesaat setelah berdo'a, aku mulai menutup mata. Berdialog sendiri dengan lirih mengungkapkan perasaan ini, bahkan sampai aku tertidur hingga pagi. Cinta?

Ibu, terkadang mungkin dia juga begini? Cinta?

Ibu, terakhir, semoga Sang Maha Cinta mengamini aku dengannya. Dan menbiarkan dia menjadi surga untuk anak-anak kami kelak. Cinta?

Ibu, selamat tidur.

Wednesday, August 12, 2015

Fiyuh

Hai? Kembali lagi aku kalah. Aku lelah. Sudah dua kali, merasa seperti ini. Aku mati. Aku masih bernafas tapi tak begitu lepas. Aku menangis bersamaan dengan itu aku meringis, tragis.

Hai? Aku gagal juga kehabisan akal karena ketidak ketersediaan banyak bekal, terpingkal-pingkal. Aku juga terjebak karena keadaan yang mendesak membuatku menjadi sesak.

Tuesday, August 11, 2015

Tips cara mendekati gebetan jika kamu seorang pemalu

1. Pastikan kalian berteman dalam jejaring sosial atau setidaknya punya nomer hp masing - masing.

2. Jika kamu pemalu dan pemalas, pastikan Dewi fortuna ada dipihakmu. Berharap si Dia nge-chat duluan. Kalau ngga ya, lupakan. Dasar pecundang!

3. Ketika si Dia sudah nge-chat duluan dan hanya ungkapan 'hai?' Atau sebuah emoticon. Pastikan kamu balas dengan hal yang sama.

4. Mulai chat dengan obrolan ringan, seperti 'apa kabar?' 'Sibuk apa?' Gitu saja.

5. Ketika si Dia sudah balas chat kamu dengan 'ohh' 'ehmm' pastikan kamu punya rencana cadangan atau segudang kosa-kota untuk melanjutkannya. Dan satu hal; jangan pernah balas 'ohh' 'ehmm' juga. Itu bahaya. Itu berarti kamu juga ingin mengakhiri chat juga.

6. Pastikan chat kamu dimalam hari atau sorelah. Karena apa?  Biar bisa dilanjutkan besoknya lagi. Seperti, kamu sudah kehabisan akal lagi untuk jawaban si Dia yang hanya 'Oh' saja. Kamu bisa jawab chatnya dengan ucapan selamat tidur dalam bahasa asing. Itu pasti lebih keren. Dan di akhir chat bisa kamu selipkan kata 'makasih, jangan lupa bahagia' pasti deh si Dia langsung tidur.

7. Jika keesokan harinya kamu masih malu dan chat duluan. Pastikan tips no 2 berjalan. Kalau tidak?  Sudahlah lupakan. Dasar pecundang!

8. "Selamat pagi, Gimana sudah mendingan atau masih jomblo?" Pakai kalimat itu diawal kamu chat. Karena apa? Kamu dapat 2 poin. Yang pertama;  kamu bisa chat duluan dan ngga terkesan biasa saja (keren). Yang kedua; kamu bisa tahu atau mastiin kalau si dia masih pacaran, jomblo atau lagi ngambang. Gimana?

9. Seandainya dia bales 'hahaha' atau 'emoticon' dan hanya itu. Bisa diprediksi dia masih jomblo. Horeee.

10. Seandainya dia bales 'heh apaan emangnya kamu' dengan tambahan emoticon 'melet' pastikan kamu sudah sedia tisu basah, seandainya kamu ingin nangis. Tapi tenang. Selama balesnya masih ada nada ejekan berarti si dia masih pengen chat sama kamu. Masih ada jalan lain kok.

11. Chat sama dia dengan banyolan2 yang keren jangan yang garing2 (baca buku, lihat google)

12. Sebaiknya hindari dulu pertanyaan2 yang terlalu serius. Karena apa? Si dia pasti tidak suka! Dan saat itu juga chat kalian akan terputus. PASTI!! Santai saja jangan terburu2. Buat soalah2 pertanyaan2 yang serius itu jadi tersirat tanpa harus dengan jelas menanyakannya. Tetap dengan banyolan2 yang keren pastinya. Caranya? Kembali ke no 11

13. Kalau sudah ada hitungan minggu kamu bisa teratur chat dengan dia berarti kamu 'Berhasil' horee.

14. Kamu sudah bisa tidak canggung lagi memulai chat baru dengan dia. Berkat kamu sering2 baca buku dan lihat google. Gimana keren kan?

15. Selesai. (lanjutin sendiri)

Sebenarnya seorang pemalu bisa juga terbuka bisa juga buat tertawa dan bisa buat bahagia. Tapi biasanya seorang pemalu sering terjebak dengan situasi yang entah apa, yang hanya semakin membuat semuanya jadi berantakan. Maka dari itu dekati jangan jauhi. Dekati seorang pemalu seolah-olah tak ada apa2 natural. Karena seorang pemalu bisa sangat tahu, peka pada sekelilingnya. Dekati dan rasakan bahagia dengan sebenar-benarnya. Karena apa? Jika sudah seorang pemalu terbuka maka siapapun akan bahagia juga.

Monday, August 10, 2015

Kamu; Seharusnya

Seharusnya aku nyatakan ini sejak lama. Sejak beberapa tahun yang lalu, satu tahun yang lalu, satu bulan yang lalu, satu minggu yang lalu bahkan seharusnya kemarin sore, tadi malam, tadi pagi pun ingin aku nyatakan. Tapi mau dikata apa? Aku belum bisa nyatakan secara langsung. Entah? Akupun tak tahu mengapa. Aku mendadak tak tahu harus berbuat apa, berbicara apa saat berhadapan denganmu. Bahkan sampai sekarang bicara sama kamu sampai 5 menit pun kita belum pernah bukan?. Tapi berkali-kali sebenarnya aku sudah nyatakan ini lewat tatapan mata. Iya mata. Mata tak pernah berbohong. Bola matamu menatap seribu kali lebih indah. Entah kamu menyadarinya, menerimanya atau tidak. Aku tak pedulikan itu, karena dikatakan atau tidak itu tetap Cinta bukan?