—untuk kamu; Lila
Kamu selalu tertidur di luar jangkauan.
Aku ingin menyentuh pipimu dengan lembut di seberang suara kita yang saling menyapa. Aku ingin kamu sejenak memejamkan mata lalu merasakan apa yang seharusnya. Aku ingin bertemu walau hanya sebentar, menebus rindu ini yang semakin tak wajar.
Kamu selalu tertidur tanpa nyanyian.
Aku ingin beranjak dari tempat tidurku dan menyembunyikan cemasku di balik selimut. Aku ingin menemanimu pada malam dimana rindu lebih berat daripada kantuk yang sudah berubah menjadi kata sifat. Aku ingin di sisimu lalu mengucap lirih selamat tidur dengan mengecup manis di keningmu secara teratur.
Kamu selalu tertidur bersama kotak pesan yang belum dibuka.
Aku ingin kamu bersedia menjadi tempat pulang. Aku ingin setelah aku lelah dalam melangkah mendapati kamu menyambutku dengan senyuman terindah. Aku ingin bercerita tentang perjalanan di beranda bersamamu, sembari menikmati dua cangkir teh hangat yang mencairkan suasana beku.
Kamu selalu tertidur dalam malam yang berhiaskan harapan.
Aku ingin kamu menjadi tempat yang subur dalam menanam pemahaman yang baik. Aku ingin mengerti apapun yang kamu sampaikan, meskipun hanya lewat diam. Aku ingin melihat masa depan dalam matamu. Aku ingin pemandangan saat mata terbuka adalah kamu.
Kamu selalu tertidur di antara gengaman yang enggan dilepaskan.
Aku ingin duduk berdua. Aku ingin berdua. Aku ingin. Aku...... Aku ingin mengenang yang telah lewat di masa awal perjumpaan kita dan mengabadikannya. Aku ingin menghadiahkan kamu dengan sebuah kenangan.
Kamu. Kamu. Kamu. Aku ingin memberi sesuatu atas bulan kelahiranmu. Aku ingin sesuatu itu lebih berkesan daripada sejumlah benda atau hanya sekedar berbalas pesan. Aku ingin menghadiahkanmu beberapa 'pertemuan' (iya, bukankah yang kamu-aku butuhkan itu?) Aku ingin berkunjung ke kotamu lebih sering dari bulan-bulan sebelumnya. Aku ingin kamu menjadi lebih bahagia. Aku ingin kamu tahu, bulan kelahiranmu tahun ini bersamaan dengan fenomena langit yang menampakkan rembulan lebih dari biasanya dan kamu melewatkannya dengan terlelap karena menunggu.
Kamu, Aku tidak bisa memberikan apa-apa selain ini. Aku ingin kamu membacanya. Aku ingin kamu membacanya lagi saat bosan atau membacanya lagi tanpa bosan. Aku ingin kamu kembali teringat beberapa kisah kita. Aku ingin kamu tersenyum. Aku ingin kamu memeluknya sebagai balasan.
Kamu, terimakasih untuk sebulan tiga kali pertemuanya ditambah dengan satu pagi lagi. Terimakasih. Aku ingin bersama kamu. Aku ingin berbagi dengan kamu. Sungguh. Aku ingin turut serta merayakan bahagia. Aku ingin melepas do'a yang kupendam. Aku ingin menutup matamu dengan kedua mataku. Aku ingin kamu merangkai harapan. Aku ingin kamu setidaknya menyelipkan aku di dalamnya.
Kamu, Aku ingin menjadi hadiah ulang tahunmu.
Kamu, jika ada yang bertanya aku memberi hadiah apa di hari ulang tahunmu, katakan saja “Dia memberikan tiga kali pertemuan ditambah satu pagi lagi dalam sebulan ini ”
Kamu, terimakasih. Terimalah ini sebagai hadiah yang langka, yang hanya seorang seperti aku saja dan hanya untuk kamu saja. Terimalah.
—kesayanganmu; Agung Pamukti