Sunday, September 6, 2015

Curhat buat Ibu (10)

Ibu, siapa yang lupa? Gerimis tak mungkin amnesia, begitupun pelangi. Tapi sederhana saja malam juga pernah lupa.
“Pelangi tak melupa, hanya disembunyikan semesta, di antara senja yang tengah tenggelam, di bawah hujan yang tak kunjung reda.”
Ibu, lantas lupa menjadi alasan, menjadi kata kerja, bukan lagi kata sifat, lebih lagi, kosa kata yang terbuang. Lupa yang selalu disempatkan. Lupa yang jadi prioritas utama.
Ibu, lupa semesta?

No comments:

Post a Comment