Tentang satu tahun ini. Tentang Hal yang begitu cepat melesat.
Setengah tahun pertama, aku kembali mengulang pelajaran yang sama pada tahun kemarin yang belum sempat tergenapi. Aku mengulang. Mengulang lalu terulang lagi. Belajar-ujian-gagal. Ya, aku bodoh untuk hal yang satu ini. Entah.
Setengah tahun pertama, aku lebih menyukai apa yang aku sukai. Membaca buku. Membeli juga mengunduhnya. Beberapa kali mampir ke toko buku. Beberapa kali meminjam buku juga. Aku membaca. Mencoba belajar dari membaca. Katanya membaca sama halnya dengan mendengarkan. Ya, aku mungkin bisa jadi pendengar yang baik.
Setengah tahun pertama, aku tidak pernah kehabisan kuota internet. Kuotaku lancar tak berbatas. Aku juga suka selanjar di dunia maya. Melihat - lihat apa saja. Menonton video bahkan film. Bagiku itu hal yang menyenangkan.
Setengah tahun pertama, aku masih saja pemalas. Tidur yang terlalu pagi, bangun yang terlalu siang dan malam yang menurutku begitu sayang untuk dilewatkan.
Setengah tahun pertama, aku tidak begitu memikirkan uang. Asal ada pulsa, asal kuota internet cukup, asal biaya belajar lunas, asal uang saku bulanan memenuhi dan yang terpenting asalkan aku selalu senang. Semua teratur tidak asal-asalan.
****
Setengah tahun sisanya, aku sudah tidak banyak memusingkan kebodohanku dalam ujian yang gagal. Aku menaruhnya didalam kotak kardus lalu menyimpannya.
Setengah tahun sisanya, aku masih suka membaca buku walau tidak begitu sering walau tak begitu rutin.
Setengah tahun sisanya, aku tersendat untuk urusan kuota internet. Pernah dalam satu bulan, babar blas tanpa internet.
Setengah tahun sisanya, aku tidak begitu pemalas. Aku jarang tidur pagi juga jarang bangun kesiangan tapi malam tetaplah waktu yang sulit untuk dilewatkan.
Setengah tahun sisanya, aku begitu memikirkan kebutuhan karena sudah tidak ada yang meyuplai lagi. Jangan tanya pulsa, kuota, apalagi uang saku bulanan.
****
Tapi satu tahun ini, aku belajar tentang pemahaman yang baik.
Tapi satu tahun ini, aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama bapak. Mendengar ceritanya. Tentang kekuaran super yang ia miliki. Tentang hal yang masih belum aku percayai.
Tapi satu tahun ini, aku mencoba senang dengan hanya ucapan 'terimakasih' untukku. Untuk segala yang sekiranya aku bisa berikan.
Tapi satu tahun ini, aku terus berjalan.
Tapi satu tahun ini.
Tentang satu tahun ini yang semua tidak bisa diterjemahkan dalam kata, karena satu tahun ini memang masih menyimpan rahasianya.
Tentang satu tahun ini, aku, kamu, ibu, cerita bapak dan hal-hal absurd disekitar kita.
No comments:
Post a Comment