Sunday, December 20, 2015

Poswan

Poswan begitu Bapak menyebutnya. Perihal tentang menjualnya ke loakan atau menitipkannya di toko antik, Bapak lebih memilih menyimpannya, memuseumkannya dan telah dengan sengaja tidak mencari lagi kunci Poswan yang entah kemana.

Pernah beberapa kali ketika waktu luang Bapak hanya duduk sembari menonton, mengamati dan mengenang. Semacam berdialog dengan Poswan.

Mungkin bagi Bapak cerita bersama Poswan lebih dari sekedar secuil sejarah dihidupnya, lebih dari itu. Walaupun suka bikin semutan tivi tetangga, karena suara knalpotnya bisa dengan cepat meretas sistem saluran tivi seketika.

Dan satu kemungkinan lagi. Barangkali Poswan akan dijadikan salah satu warisan yang paling berharga dengan surat-suratnya yang masih lengkap dan tunggakan pajak tahunan yang begitu hebat.

No comments:

Post a Comment