kalau putri hendak pamit tidur silakan
tapi jangan selamanya
aku juga ingin bunga itu
sebagaimana ia menjadi kamu
ada perih melukai
ada peluh membanjiri
di mana letak jantung matamu
aku hendak mebandingkan detaknya
dengan kedipan matamu
dengan kecupan sinismu
—ap* 2018
No comments:
Post a Comment