alangkah nelangsa saat aku masih bisa sanggup
tersenyum di antara bahagianya patah hatimu.
surat yang kau baca sehabis kau remas
kertasnya berulangkali.
agar kau tahu aku mendengar tidur pulasmu
dan menandainya satu persatu.
—ap* 2019
No comments:
Post a Comment