Thursday, April 7, 2016

Curhat buat Ibu (12)

Ibu, beberapa kisah mungkin ada pelanginya. Termasuk aku yang sengaja menyuruh gerimis berhenti tempo hari.

Ibu, mengenangmu dalam puisi sudah menjadi kebiasaan lamaku. Beberapa puisi pernah aku bacakan untukmu secara tak langsung dan kurasa Ibu tidak menyadarinya.
Ibu, bukankah cara bicaraku sendiri sudah mempuisi? Membuatmu bingung tak mengerti?

Ibu, aku selalu tersenyum ketika ada gerimis. Sebelum dan sesudah gerimis. Tapi entah kenapa, tempo hari gerimis merengkuh secarik kertas yang berisikan puisi untukmu dariku? Membuatnya basah tak lagi terbaca.

Ibu, seharusnya Ibu membaca atau mendengarnya lebih dulu. Puisi tentang cinta atas segala pertanyaan Ibu perihal Dia.

2 comments: