Ibu, selamat ulang tahun.
"Ibu ulang tahun hari ini ya?" Ibu bersikap biasa saja, ketika tanyaku barusan.
Bagi Ibu, hari ulang tahun itu biasa saja. Seperti halnya besok hari sabtu atau minggu. Semacam itu. Biasa saja. Tidak perlu ada perayaan. Tidak perlu ada kejutan. Tidak perlu ada hadiah. Tidak perlu ada harapan yang dipanjatkan seusai meniup semua lilin hingga padam. Tidak perlu ada lagu yang ramai-riuh yang disenandungkan. Tidak perlu ada.
"Tidak akan ada yang memilih semua itu" jelas ibu. Meski hanya terpekur, mengenang hari dalam lalu.
Ya, bagi Ibu, Bapak, Mas dan Adek saya. Perihal merayakan momentum kelahiran adalah hal yang jarang. Jarang kami diskusikan sampai lelah. Jarang.
Sebagai apa yang aku biasa memohon. Memohon; semoga apa yang ibu semogakan lekas disemogakan. Semoga saja.
Ibu, seharusnya ucapan ulang tahun ini bisa kunikmati setiap hari. Sebab kata seseorang, kita bisa berulang tahun setiap hari.
Ibu, untuk hari ini dan selanjutnya, biarkan saja, biarkan saja.
No comments:
Post a Comment