Sunday, January 31, 2016

Februari baru sehari

Hai Februari? Akhirnya datang juga. Aku mengutuk Januari dengan segala alasanku. Menyibukkan diri melewatinya. Membuat sibuk saja. Berharap Januari berlalu begitu saja, berakhir tanpa permisi tanpa ada kata "sampai jumpa lagi", hanya "selamat tinggal Januari".

Hai Februari? Maukah berbaik hati mendamaikan hari-hari? Membujuk rasa malas ini untuk segera berlalu pergi? Dan menyatakan perasaan ini sekali lagi. Eh, atau aku urungkan saja niat yang satu ini?

Hai Februari? Ah, padahal ini baru sehari. Tapi aku meminta itu-ini. Maaf Februari aku memang sedikit banyak telah menanti.

Hai Februari? Lihat nanti, lihat besok.

No comments:

Post a Comment