Monday, April 20, 2015

Parade Senja


Kala langit menyembuhkan luka karena pengharapan harapan yang pupus.

Langit tersenyum, melipat egonya rapat- rapat.

Rasa lelah atas segala kemunafikan seharian, sedikit terbayar.

Sesekali meredam amarah untuk memberi hormat pada langit.

Tetapi kehidupan tak hanya sekedar mengamati langit. Lebih dari itu.

Dan senja hanya sebatas senja meskipun indah tak seorangpun bisa memiliki, lalu membawanya pulang.

Tetapi semesta menginjinkan kita untuk setiap hari menikmatinya. Sendirian maupun bersama. Gembira maupun luka.

No comments:

Post a Comment