Saturday, March 7, 2015

Senyum perih

Kenapa senyum itu selalu dan semakin membuat aku tenggelam? Kenapa? Padahal sudah ku tutup senyum itu dengan kelopak mataku, agar aku tak bisa melihat lagi. Tapi entah kenapa, saat aku memejamkan mata, senyum itu jadi semakin jelas, terlihat manis. Ah! Aku benci saat-saat seperti itu. Semakin lama semakin menikam perasaan ini. Sudah susah payah aku lumpuhkan perasaan itu. Tapi, senyummu selalu menyayatnya secara perlahan. Ah! Aku benci! Senyummu menyakitkanku tak menyembuhkan rindu terlarangku. Merindu yang tak pernah dirindu. Merindukan kamu sakit.

No comments:

Post a Comment