Saturday, December 3, 2016

Kamu; Hujani Soreku

Kamu, apakah jenis hujan sore ini? Hujan datang?

Aku mengikutsertakan perihal yang kukenakan. Membuat pandangan yang dihalangi papan nama menjadi kenyataan. Aku tahu, ini teramat buram untuk hal perih yang perlahan meninggalkan suram. Mengingat setubuh kenangan sesak karena pernah kehilangan kewarasan.

Kamu, apakah jenis hujan sore ini? Hujan jatuh?

Aku berada di dalam saku bajumu malam itu. Menenggelamkan pandangan dengan sengaja. Pada kombinasi warna gelap, aku tersesat dan enggan ingin kembali. Bahwa, beberapa tokoh dalam diriku menolak pulang dan ingin tinggal menetap. Aku sadar dan sedikit mewajarkan keadaan. Aku ingin satunya lagi.

Kamu, apakah jenis hujan sore ini? Hujan turun?

Aku dilanda cemburu juga rindu. Bersamamu hanya bisa menyentuh bagian terluar yang menjadikan pikiranku semakin liar. Sesekali, sekali saja, tuduhlah bahwa aku yang meminta. Menjadi tersangka mungkin menyenangkan. Dan ada bahagia di matamu juga senyummu yang perlahan menyentuh wajahku.

Kamu, marilah bersamaku, menyambutnya dengan tarian penerimaan sembari menengadah air hujan.

No comments:

Post a Comment