Kamu, sepersekian detik dalam sehari. Diantara pukul enam dan tujuh malam. Menunggumu. Menanti saat-saat yang bisa kunikmati, kukenang lalu kusimpan dalam hati.
Kamu, terkadang kamu hanya lewat, melempar senyum, bersapa seadanya dan berlalu begitu saja. Namun tidak jarang pula kamu berhenti lantas menghampiri, mengisi dan sedikit menghiasi bola mata ini.
Kamu, Mungkin entah sengaja atau tidak. Kamu hanya membuang muka, membuatku setengah gila. Sepersekian detik yang patah tersia-sia.
Kamu, terkadang aku juga sengaja duduk lebih lama disini hanya untuk mengamati jalanan. Kubuang pandangan. Mengulur waktu. Enggan beranjak sebelum kutemui mata ini menangkap sosokmu.
Kamu, maaf, mungkin kamu tak menemukanku ditempat biasa. Aku tak ada. Mungkin juga kamu berhenti, sembari mencuri pandangan, bertanya dan mencari. Tapi tetap aku tak ada disana, ditempat biasa aku balik menyapa. Dan maaf lagi bila ternyata kamu kecewa.
Tetapi, satu hal yang begitu kurindu,
"sapaanmu tetap indah meski kudapati kamu kelihatan lelah" kataku pelan, tak terdengar.
Kamu
No comments:
Post a Comment