Segelas air putih terakhir. Sebelum semuanya gelap sampai fase itu tiba. Ketika kamu sudah melelahkan diri, melumpuhkan perasaan seharian. Perasaan berkecamuk muak sebal dengan rutinitas. “Entah?” mungkin itu kosa kata yang bermakna apa saja. “kamu sudah lebih baik?” “Entah?”
Sayang, dengar ini. Memastikamu baik-baik saja akan menambah kekhawatiranku malam ini. Merusak logika yang berjalan selama ini. Menolak kewarasaanku belakangan ini. Sayang, aku ingin menjadi pendengar yang baik. Dan menjadi pelukan erat ketika kau merinduku, itu saja.
Tapi untuk malam ini biarlah semesta menemanimu dengan sedikit gerimis. Sederhana saja dariku “Selamat tidur dan biarkan pagi yang membangunkanmu”
No comments:
Post a Comment