Thursday, January 22, 2015

Kamu; Dialog Malam Hari

Seribujuta kemalasan malamkolia setengah gila gerimis yang berencana menjemput pelangi secara paksa.

Pelangi? Entahlah. Bersedia tidak dia kencan buta saat hujan reda. Mungkin?

Menghitung hujan, berharap pada hitungan ke-sekian ratusribujuta akan berhenti. Alasan pelangi malam ini tetap istimewa untuk gerimis.

Gerimis? Apa kabarnya? Tetap dengan senandungnya merayu Pelangi untuk ada pada malamkolia ini.

Hanya dibalik jendela dengan kaca yang merembes basah, menatap nanar. “Simpan saja aku untuk esok hari Gerimis.”

***

Kamu, ketika hujan keridakwarasanku berimajinasi. “Mungkinkah kita bisa menatap kencan butanya Gerimis dan Pelangi dibalik kaca jendela yang sama bersama, iya bersama?”

No comments:

Post a Comment