Sunday, December 14, 2014

First morning at Boarding school

Aku ingat pagi itu...

Ini pagi buta! Langit masih diterangi rembulan, terlihat cerah begitu indah. Sebelum sang fajar terlihat, embun masih menetes. Dengan sengaja udara dingin meringkuk masuk dalam selimut lelap tidurku. Ini pagi buta! Indraku belum berfungsi sempurna sepagi ini, tapi beberapa langkah kaki kudengar sayup berjalan melintas, obrolan kecil menyertai. Sirine pertanda untuk segera bangun pun mulai bergema. Dengan segala keterbatasanku perlahan mulai membuka kelopak mata ini.

Dimana ini?

PLAKK!!

***

Beberapa orang yang dipercaya, ditugaskan untuk membangunkan setiap nyawa yang masih terlelap mulai beraksi, dari suara-suara yang menyumbat
telinga, pukulan keras terarah
kepintu, hingga belaian halus menyentuh bagian tubuh yang sensitif terhadap
sentuhan. Tapi hanya desisan kemalasan yang keluar. Suasana yang harus dimaklumi kerena itu baru pukul setengah empat. Walaupun sebagian nyawa sudah ada yang terbangun. Manusia
yang disebut Pengasuh itu hanya
menggeleng-gelengkan kepala

Ayo semua bangun!!

Suara keras membuncah, memecah tetesan embun seketika. Sontak siapapun yang mendengarnya pasti langsung terkejut dan sebagian akan terbangun dengan sedikit sebal.

Arrghh.

Bagaikan sebuah robot berbentuk zombi yang sudah direka sedemikian rupa, tubuh ini mengikuti irama yang ada. Berjalan sempoyongan keluar dari ruangan mimpi menuju pusat suara yang menggema indah panggilan dari Tuhan. Menuruni tangga, menyebrangi selokan, melewati lorong sekolah (sesekali menyenggol dinding), membungkuk memberikan hormat tatkala berpapasan dengan yang pantas disegani. Jauh perjalan pagi ini, seperempat jam (mungkin) untuk sampai dipusat suara itu. Ini tempat suci. Bersuci dan berdo'a.

***

Ini hal baru bagiku, Si pemalas kurus bisa bangun sepagi ini. Hebat! Meskipun harus dengan susah payah melumpuhkan selimut lelap tidurku. Mulai pagi ini, Iya pagi ini rutinitasku akan berubah jadwal, tidak seperti kemarin. Yeah! Sebuah konsep kebiasaan terstruktur untuk awal yang baru dan lebih baik. Deretan kegiatan padat yang siap menanti.

****

Aku ingat sekali pagi itu.....

Tangan ini mengadah, bibir ini berucap do'a, mata ini berkaca-kaca, hati ini bertasbih. Meminta kepadaNya untuk yang terbaik.

No comments:

Post a Comment